ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DALAM PERSPEKTIF LUAS DAN SEMPIT



Dalam Konteks Administrasi Pemerintahan Desa, secara luas bisa disebut sebagai manajemen penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa, yang meliputi Pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa, mencakup perencanaan pemerintahan, pengorganisasian atau kelembagaan pemerintahan, penggunaan sumber-sumber daya, pelaksanaan urusan rumah tangga pemerintahan dan urusan pemerintahan umum, serta pengawasan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan kewenangan dalam bidang pemerintahan desa.



Secara umum pengelolaan pemerintahan desa mencakup beberapa aspek sebagaimana telah disebutkan diatas, antara lain:



· Perencanaan Pemerintahan Desa


Pemerintah desa harus merencanakan berbagai program dan kegiatan yang berhubungan dengan rumah tangga pemerintahan, pelaksanaan urusan pemerintahan, pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat melalui penyusunan perencanaan pembangunan desa (RPJM Desa dan RKP Desa) sebagai dasar penetapan Visi, Misi dan Tujuan Pemerintahan Desa. Setelah memiliki dokumen perencanaan pembangunan desa, selanjutnya pemerintah desa menyusun perencanaan anggaran (RAPB Desa).


· Pengorganisasian Kelembagaan Pemerintahan Desa


Pemerintah desa melakukan pengorganisasian kelembagaan yang ada di desa, mengatur pola hubungan dengan pemerintah desa dengan tujuan menjadi mitra dalam pelaksanaan pembangunan desa. Pelibatan peran-peran kelembagaan masyarakat desa dalam pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat desa mutlak diperlukan. Peranan kelembagaan desa (pemerintah desa, badan permusyawaratan desa, dan lembaga kemasyarakatan desa) dalam rangka penyusunan dan implementasi kebijakan berkaitan erat dengan pembangunan, pemerintahan, pengembangan kemasyarakatan. Pada era reformasi hal tersebut semakin menguat dibandingkan era orde baru. Perubahan ini sejalan tuntutan dan kebutuhan perubahan paradigma pembangunan dari “membangun desa” ke “desa membangun”.



· Penggunaan Sumber-sumber Daya Pemerintahan Desa

Sumber daya aparatur, sumber daya alam, sumber daya buatan, sumber daya sosial, keuangan, dan peralatan). Dalam konteks ini, pemerintah desa mengelola sumber-sumber daya yang ada di desa termasuk sumber daya aparatur pemerintah desa. Pembagian tugas pokok dan fungsi aparatur pemerintah desa sangat diperlukan untuk menunjang kinerja pemerintahan yang optimal. Selain itu pengorganisasian sumber daya, aset dan potensi yang ada di desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.


· Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa


Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai representasi permusyawaratan masyarakat harus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah desa dalam melaksakan tugas pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat. Musyawarah Desa sebagai instrumen pengambilan keputusan bersama di tingkat desa harus dijalankan untuk menciptakan suasana kehidupan pemerintahan yang demokratis dan partisipatif.


ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DALAM PERSPEKTIF SEMPIT


Administrasi dalam arti sempit merupakan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. data dan informasi yang dimaksud dengan aktivitas organisasi, baik untuk kepentingan intern maupun kepentingan ekstern. Sehingga kegiatan-kegiatan tersebut atau administrasi dalam arti sempit lebih tepat disebut Tata Usaha atau pekerjaan kantor (Office work). Konsep tata usaha sebagai pekerjaan kantor intinya pelayanan yang merupakan rangkaian aktivitas sebagai berikut :

1. Menghimpun, yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana, sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.

2. Mencatat, yaitu kegiatan berhubungan dengan berbagai alat tulis yang diperlukan sehingga terwujud tulisan yang mudah dibaca, dikirim da disimpan dengan berbagai peralatan yang modern dan digital.

3. Mengolah, yaitu bermacam-macam kegiatan me-ngerjakan keterangan-keterangan dg maksud agar mudah digunakan.

4. Mengganda, yaitu kegiatan memperbanyak dg pelbagai cara dan alat sebanyak jumlah yg diperlukan.


5. Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dg berbagai cara dan alat dari satu pihak ke pihak lain.

6. Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh dg berbagai cara dan alat di tempat tertentu yg aman.